5 Hukum Dasar Kimia Menurut Para Ahli - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Friday, April 3, 2020

5 Hukum Dasar Kimia Menurut Para Ahli

mengenali hukum hukum dasar kimia menurut para ahli
Hukum hukum dasar kimia
Hallo adik adik , sobat sobat kimia , salam kimia ! Dipostingan ini Kang Ayub akan membahas materi yang sangat penting , ini merupakan landasan dasar dalam mempelajari ilmu kimia ,materi hukm dasar kimia ini memiliki kerterkaitan dengan materi sebelumnya yaitu Menyetarakan Persamaan Reaksi Kimia.
Nah   kenapa kang Ayub menganggap materi  Hukum Dasar Kimia penting , karena meliputi hubungan antara jumlah mol , jumlah partikel , massa dan voleme dari zat zat yang bereaksi atau zat zat hasil reaksi.

Hukum-Hukum Dasar Kimia

1. Hukum Dasar Lavoisier ( Hukum Kekekalan Massa)

Perhatikan reaksi pembakaran kertas, sepintas lalu dapat kita lihat bahwa massa abu hasil pembakaran lebih kecil dari massa kertas yang dibakar. Apakah pembakaran kertas di sertai dengan pengurangan massa?

Antonie Laurent Lavoisier telah menyelidiki massa zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang zat sebelim reaksi dan kemudian menimbang zat hasil reaksinya. Ternyata massa zat sebelu dan sesudah reaksi selalu sama. Lavoisier menyimpulkan hasil penemuannya dalam suatu hukum yang disebut hukum kekekalan massa. “dalam system tertutup, massa zat sebelum dan setelah bereaksi adalah sama.
Perubahan materi yang kita amati dalam kehidupan sehari-hari umumnya berlangsung dalam wadah terbuka. Jika hasil reaksi ada yang berupa gas (seperti pada pembakaran kertas) maka massa zat yang tertinggal menjadi lebih keciil dari pada massa semula. Sabaliknya, jika reaksi mengikat sesuatu dari lingkungannya misalnya oksigen, maka massa hasil reaksi akan menjadi lebih besar dari massa semula.  Perhatikanlah contoh berikut :

HgO (s, merah )    →   Hg (l, perak putih)   +   O2(g)
hukum kekekalan masa
Ketika reaksi di langsungkan di dalam tabung tertutup, massa zat yang bereaksi dan hasilnya tetap. Sedangkan dalam tabung terbuka, massa zat-zat yang bereaksi dan hasilnya berkurang.
perbandingan massa besi dan sulfur dalam pembentukan Besi (II) Sulfida

2. Hukum Proust (hukum perbandingan tetap)

Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust menemukan satu sifat penting dari senyawa, yang di sebut hukum perbandingan tetap. Berdasarkan penelitian berbagai senyawa yang di lakukannya proust menyimpulkan bahwa perbandingan massa unsure-unsur dalam suatu senyawa tertentu dan tetap. Senyawa yang sama, meskipun berasal dari daerah yang berbeda atau di buat dengan cara-cara yang berbeda, ternyata mempunyai komposisi yang sama.

Contoh :
Percobaan 1 gram hydrogen direaksikan dengan 8 gram oksigen menghasilkan 9 gram air, seperti data dibawah ini

hukum perbandingan tetap

Dari data diatas, dapat dilihat bahwa perbandingan hydrogen dan oksigen adalah 1 : 8 berapapun masa H2 dan O2 yang direaksikan, reaksi tersebut hanya menggunakan 1 gram hydrogen dan 8 gram oksigen

3. Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda)

Hukum dasar yang di kemukakan oleh John Dalton yakni di kenal hukum kelipatan berganda : “jika dua jenis unsure dapat membentuk dua jenis atau lebih persenyawaan, maka pebandingan massa unsure yang terikat dengan massa yang sama unsure yang satu lagi, merupakan bilangan bulat dan sederhana.”
Contoh  1 :
hukum perbandingan berganda
Contoh  2 : menganalisis berlakunya hukum kelipatan berganda
Belerang (S) dan oksigen (O) menbentuk dua jenis senyawa. Kadar belerang dalam senyawa I dan II berturut-turut adalah 50% dan 40% . apakah hukum Dalton berlaku untuk senyawa tersebut ?
Jawab :
Senyawa I terdiri atas 50 % belerang dan 50% oksigen
Semyawa II terdiri atas 40% belerang dan 60% oksigen
Massa S : O dalam senyawa I = 50 : 50 = 1: 1
Massa S : O dalam senyawa II  = 40 : 60 = 2: 3
Jika massa S dalam senyawa I =  senyawa II, misalnya sama-sama
1 gram maka massa O senyawa I : senyawa II = 1: 1,5 = 2 : 3
Merupakan bilangan bulat sederhana. Kedua senyawa itu memenuhi hukum Dalton.

4. Hukum Gay Lussac

Henry Cavendish (1731-1810)  seorang ahli kimia berkebangsaan inggris, menemukan fakta bahwa perbandingan volume hydrogen : volume oksigen dalam membentuk air adalah 2 : 1 dengan syarat kedua gas itu di ukur pada suhu (T) dan tekanan (P) yang sama.

Pada tahun 1809 Joseph Gay Lussac (1778 – 1850) asal perancis yang tertarik pada penemuan tersebut kemudian melakukan percobaan terhadap berbagai reaksi gas dan menemukan hasil sebagai berikut :
Gay lussac menyimpulkan penemujannya dalam suatu hukum yang di sebut hukum perbandingan volume. Yaitu bila di ukur pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.”

p A(g) + q B(g) →  r C (q) + s D (g)

jika dimisalkan volume gas A sebanyak x liter volume gas lain dapat dihitung dengan rumusan :


Contoh soal :
Jika anda diminta memproduksi 5L gas ammonia (NH3)dari gas nitrogen dan gas hydrogen , tentukan volume gas gas yang anda butuhkan pada suhu ddan tekanan yang sama
Jawab :
Reaksi : N2 (g) + 3H2 → 2NH3

5. Hipotesis Avogadro

Banyak ahli termasuk Dalton dan dan Gay Lussac  gagal menjelaskan hukum perbandingan volume yang di temukan oleh Gay Lussac. Penyebab kegagalan mereka adalah anggapan bahwa partikel berupa unsure selalu berupa atom. Barulah pada tahun 1811 amadoe Avogadro dai italia mengemukakan bahwa partikel unsure tidakj harus berupoa atom yang berdiri sendiri tetapi dapat juga gabungan dari beberapa atom yang di sebut molekul unsure. Avogadro dapaty mejelaskan hukum perbandingan volume dengan mengajukan hipotesis sebagai berikut :
Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama pula. Jadi, perbandingan volum gas-gas itu juga merupakan perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi. Dengan kata lain, perbandingan volem gas-gas yang bereaksi sama dengan koefisien reaksinya.
Hukum Avogadro dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut :
Gimana adik adik udah makin mengerti mengenai materi Hukum Dasar Kimia , Selanjut nya kita akan membahas tentag Latihan Soal Hukum Hukum Dasar Kimia , tetap semangat ya adik adik untuk belajar .







No comments:

Post a Comment