6 Tahapan Proses Pengolahan Minyak Bumi - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Wednesday, April 8, 2020

6 Tahapan Proses Pengolahan Minyak Bumi

pengolahan minyak bumi
Hallo adik adik kimia , salam kimia ! dipostingan ini kang Ayub akan membahas materi bagaimana cara mepengolahan minyak mentah menjadi minyak bumi , oke tanpa basa pahit kita masuk saja kematerinya !
minyak mentah adalah bagian dari minyak bumi yang keberadaannya ketika ini diperlukan di sekian banyak  negara di dunia. Dimana proses pembentukan minyak bumi ini memerlukan waktu yang paling lama sampai-sampai hal ini butuh adanya usaha guna melestarikan sumber daya alam yang mulai menipis. Minyak bumi ini terdiri atas gabungan dari sekian banyak  macam hidrokarbon yang beberapa besar kumpulan alkana. Nantinya minyak bumi atau minyak mentah ini bakal diproses guna menghasilkan sekian banyak  macam bahan bakar untuk keperluan sehari-hari contohnya  minyak tanah, bensin serta dapat dipakai sebagai reagen kimia dalam pembuatan obat-obatan. Proses pengolahan minyak mentah menjadi bahan siap digunakan akan diterangkan lebih lanjut pada ulasan dibawah ini:


 1. Proses Destilasi


Tahap yang pertama ialah destilasi. Destilasi ialah proses pemisahan fraksi-fraksi yang terdapat di minyak bumi, dimana pemisahan fraksi itu menurut pada perbedaan titik didih. Pada proses ini seringkali dilakukan pada suatu wadah tabung tinggi yang kedap terhadap udara. Awalnya minyak mentah bakal dialirkan ke dalam tabung itu dan harus dipanaskan dalam tekanan  1 atmosfer pada suhu 370 derajat Celcius.

Selanjutnya hasil dari fraks-fraksi itu nantinya dipisahkan, dimana fraksi yang mempunyai titik didih terendah akan menduduki bagian atas tabung, sementara fraksi yang mempunyai titik didih tinggi akan menduduki bagian dasar tabung. Hasil dari proses penyulingan ini antara lain ialah gas, bensin, minyak tanah, diesel, oli, lilin dan aspal. Dimana seluruh hasil itu belum menjadi bahan siap pakai sebab belum melalui tahap-tahapan selanjutnya.


2. Proses Cracking


Tahap yang  kedua ialah cracking. Cracking ialah proses pengolahan minyak bumi yang bertujuan guna menguraikan molekul-molekul besar senyawa hidrokarbon menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil. Proses crakcing ini tidak jarang disebut sebagai proses refinery. Secara umum proses cracking ini dapat dilaksanakan dengan 3 cara, yakni :

•  Thermal Cracking

Thermal cracking ialah proses pemecahan rantai senyawa hidrokarbon yang mempunyai rantai panjang menjadi senyawa hidrokarbon dengan rantai yang lebih kecil melewati proses katalis / pemanasan. Adapun suhu yang dapat dipakai yaitu 800 derajat Celcius dan dalam tekanan 700 kpa. Tujuan dari proses ini ialah untuk menemukan fraksi minyak bumi dengan teknik boiling range yang lebih rendah dari umpannya.

•  Catalytic Cracking

Catalytic cracking ialah proses cracking yang memakai suhu tinggi dengan tekanan yang rendah. Proses ini memakai katalis sebagai media guna mempercepat laju reaksi fraksi. Pada umumnya  reaksi proses perengkahan katalis ini memakai mekanisme perengkahan ion karbonium, dimana pada awalnya katalis yang mempunyai sifat asam bakal menambahkan proton ke dalam molekul olevin ataupun menarik ion hidrida dari senyawa alkana sampai-sampai hal ini mengakibatkan terbentuknya ion karbonium.

•  Hidrocracking

Hidrocracking ialah kombinasi dari proses thermal cracking dan catalytic cracking yang menghasilkan senyawa jenuh. Proses hidrocracking ini dilaksanakan dalam desakan yang tinggi, sejumlah hasil dari proses hidrocracking ini antara lain bensin dan bahan bakar jet. Kelebihan dari proses ini ialah mempunyai kandungan sulfur yang ada pada fraksi, dimana sulfurnya akan diolah menjadi senyawa hidrogen sulfida sampai-sampai proses pelepasan sulfur bakal menjadi lebih mudah.

3. Proses Reforming


Setelah melewati proses cracking maka selanjutnya ialah proses reforming. Proses reforming ialah proses merubah struktur pada molekul fraksi yang mutunya buruk menjadi molekul fraksi yang mutunya lebih baik. Pada proses reforming ini dapat dilaksanakan dengan memakai katalis atau proses pemanasan. Karena proses reforming ini bertujuan guna merubah struktur pada molekul fraksi maka proses reforming ini bisa disebut pun sebagai proses isomerasi.

4. Proses Polimerasi dan Alkilasi


Proses selanjutnya sesudah perbaikan / perubahan struktur molekul fraksi ialah proses polimerasi dan alkilasi. Proses alkilasi ialah proses peningkatan jumlah atom pada sebuah fraksi sampai-sampai molekul suatu fraksi itu menjadi lebih panjang dan bercabang. Pada proses alkilasi ini memakai bahan ekstra katalis asam yang kuat contohnya H2SO4, HCL atau AlCl3 (asam Lewis).Sedangkan proses polimerasi ialah proses penggabungan antara molekul-molekul kecil menjadi molekul yang lebih banyak dalam suatu fraksi sampai-sampai mutu dari produk akhir menjadi meningkat. Jadi pada tahap ini molekul fraksi akan melewati tahap alkilasi terlebih dahulu lalu lantas melalui tahap polimerasi sehingga menyusun sebuah molekul fraksi yang panjang dimana molekul fraksi itu mutunya telah meningkat.

5. Proses Treating

proses treating
Proses kelima ialah treating. Treating ialah proses pemurnian fraksi minyak bumi melewati tahap penyingkiran bahan-bahan pengotor yang masuk ke dalam proses pengolahan. Bahan-bahan yang dihilangkan dalam proses treating ini antara lain bau yang tidak sedap yang dihilangkan melewati proses copper sweetening and doctor treating, parafin yang dihilangkan melewati proses solvent dewaxing, lumpur dan warna yang dihilangkan melewati proses acid treatment, aspal yang dihilangkan melewati proses deasphalting dan terakhir belerang melewati proses desulfurizing. Inti dari proses ini ialah mengeliminasi bahan-bahan yang tidak memberikan mutu dalam proses pengolahan minyak mentah ini sampai-sampai hasil kesudahannya nanti mutunya bakal bertambah.

6. Proses Blending


Tahapan terakhir dalam proses pengolahan minyak bumi ialah blending. Blending ialah proses yang dilaksanakan untuk menambah kualitas produk siap digunakan dengan teknik menambahkan bahan-bahan aditif ke dalam fraksi minyak bumi. Salah satu bahan aktif yang digunakan ialah TEL (tetra ethyl lead). TEL ini adalah bahan aditif yang dipakai untuk menaikkan bilangan oktan bensin. Setelah melewati proses ini maka hasil dari pengolahan minyak bumi mutunya menjadi lebih baik dan menjadi bahan yang siap pakai.
Hasil Olahan

Minyak mentah yang diubah nantinya bakal menghasilkan bahan siap yadng digunakan untuk keperluan sehari-hari, berikut ialah beberapa hasil olahan minyak bumi:LPG LPG adalah hasil pengolahan minyak bumi berupa gas cair yang mempunyai unsur hidrokarbon ringan. Biasanya LPG ini dipakai untuk bahan bakar industri rumah tangga yaitu berguna untuk memasak.Bensin Bensin adalah produk olahan minyak bumi yang paling terkenal. Bensin ini meerupakan salah satu bahan bakar yang setuap harinya diburu oleh pengendara motor maupun mobil.KerosinKerosin atau minyak tanah adalahbahan bakar yang saat ini susah ditemukan. Akan tetapi kerosin ini saat  ini masih dicari sebagian masyarakat untuk keperluan sehari-hari contohnya untuk menghidupkan api pada arang.

No comments:

Post a Comment