Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pergeseran Kesetimbangan Kimia Beserta Contohnya - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Saturday, April 4, 2020

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pergeseran Kesetimbangan Kimia Beserta Contohnya

faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia

Hallo adik adik kimia salam kimia ! dipostingan ini kang ayub akan memberikan materi mengenai Faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia . banyak contoh kesetimbangan dalam kehidupan sehari hari contohnya ada dua orang yang tarik menarik tali , jika posisinya tetap pada satu titik , maka dikatakan setimbang . apa saja sih yang mempengaruhi kesetimbangan kimia dalam larutan ? kuy mari kita simak dibawah ini !

Azas Le Chatelier

Pada tahun 1884, Hendri Louis Le Chatelier berhasil menyimpulkan pengaruh faktor luar terhadap kesetimbangan. Kesimpulan Le Chatelier tersebut kita kenal dengan Azas Chatelier sebagai berikut: Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem itu akan mangadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Secara singkat, azas Le Chatelier dapat disimpulkan sebagai berikut:

Reaksi = -Aksi

Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan.

Pengaruh pergeserah kesetimbangan:

 1. Pengaruh konsentrasi

Sesuai dengan azas Le Chatelier (reaksi = -aksi), jika konsentrasi salah satu komponen diperbesar maka reaksi sistem adalah mengurangi komponen tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu komponen diperkecil, maka reaksi sistem adalah menambah komponen itu.

    Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke kanan
    Jika konsentrasi pereaksi diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke kiri


Contoh : Perhatikan persamaan reaksi kesetimbangan FeCl3 dan [FeSCN]+2

Perubahan konsentrasi komponen kesetimbangan dapat memberikan pengaruh berikut .
a. Jika ditambahkan ion Fe3+ , konsentrasi ion [FeSCN]+2 semakin besar sehingga warna merah darah semakin pekat .
b. Jika ditambahkan ion SCN- , konsentrasi [FeSCN]+2 semakin besar sehingga warna merah darah semakin pekat. 
c. Jika ditambahkan ion C2O42- (misalnya dari larutan H2C2O4 ) , warna merah darah akan pudar . hal ini menunjukkan jumlah ion [FeSCN]+2 semakin berkurang . ion C2O42- beraksi dengan ion Fe3+ membentuk senyawa Fe(C2O4)3, sekaligus mengakibatkan konsentrasi ion [FeSCN]+2 berurang .
Berdasarkan ketiga data tersebut , dapat disimpulkan hal hal sebagai berikut .

Data (a) dan (b) menunjukkan peningkatan konsentrasi Fe3+ dan SCN- sehingga konsentrasi [FeSCN]+2 semakin besar . arah reaksi kesetimbangan bergeser kekanan . jadi jika konsentrasi suatu zat ditingkatkan , kesetimbangan bergeser menjauhi zat tersebut .

Data (c) menunjukkan adanya penurunan konsentrasi Fe3+ sehingga konsentrasi [FeSCN]+2 berkurang . arah reaksi kesetimbangan bergeser kekiri . jadi , jika konsentrasi suatu zat dikurangi , kesetimbangan bergeser mendekat ke zat tersebut .

2. Pengaruh tekanan

Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi semua komponen. Sesuai dengan azas Le Chatelier, maka sistem akan bereaksi dengan mengurangi tekanan. 
Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil) kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terperkecil. 
Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar) kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terbesar.
Contoh :

N2 (g) + 3H2 (g) ↔ 2NH3 (g)

Persentase NH3 yang dihasilkan dari reaksi tersebut yang berlangsung pada suhu 200 C diperlihatkan dalam tabel dibawah ini
tabel pengaruh tekanan pada kesetimbangan kimia

Jika tekanan ditingkatkan (dari 10 atm menjadi 1000 atm) NH3 yang terbentuk semakin bertambah . sebaliknya , jika tekanan diturunkan (dari 1000 atm menjadi 10 atm), NH3 yang terbentuk semakin berkurang . penambahan jumlah NH3 menunjukkkan arah reaksi bergeser kekanan (NH3). Sebaliknya , pengurangan jumlah NH3 menunjukkan arah reaksi bergeser kekiri (N2 dan H2).

Coba adik adik perhatikan NH3 terletak diruas kanan dan memiliki koefisien lebih kecil (n=2) , sedangkan N2 dan H2 terletak diruas kiri dan jumlah koefisien lebih besar (n= 1+3 = 4).

3. Pengaruh komponen padat dan cair

Penambahan atau pengurangan komponen yang berupa padatan atau cairan murni tidak mempengaruhi kesetimbangan.Komponen padat atau cair tidak menggeser kesetimbangan.

Catatan:

Dalam sistem larutan (pelarut air), penambahan air dalam jumlah yang signifikan dapat juga berarti memperbesar volume, sehingga kesetimbanbangan akan bergeser ke ruas yang jumlah koefisiennya terbesar.

4. Pengaruh suhu


Sesuai dengan azas Le Chatelier, jika suhu sistem kesetimbangan dinaikkan, maka reaksi sistem adalah menurunkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang meyerap kalor (ke pihak reaksi endoterm).
    Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi endoterm
    Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi eksoterm
Contoh reaksi pembentukan NO2 dari N2O4

1. pembentukan NO2 dari N2O4 merupakan reaksi endotermis
     N2O4 (g) → 2NO2 ΔH = +58,0 Kj

2. Dan reaksi baliknya adalah reaksi endoterm
      2NO2 (g) → N2O4 (g) ΔH = – 58,0 Kj

5. Pengaruh katalis

Penggunaan katallis akan mempercepat tercapainya keadaan setimbang. Suatu katalis juga penting bagi reaksi yang memerlukan suhu tinggi, karena dengan suatu katalis reaksi seperti itu dapat berlangsung pada suhu yang lebih rendah.Hal itu menjadi sangat penting apabila reaksi pada suhu tinggi mengurangi rendemen hasil reaksi.Meskipun katalis dapat mempercepat pencapaian keadaan setimbang, namun katalis tidak mengubah komposisi kesetimbangan. Pengaruh katalis terhadap waktu dan komposisi:

No comments:

Post a Comment