Jenis-Jenis Kesetimbangan Kimia dan Tetapan Kesetimbangan Kimia - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Saturday, April 4, 2020

Jenis-Jenis Kesetimbangan Kimia dan Tetapan Kesetimbangan Kimia

Halo adik adik kimia , salam kimia , dipostingan ini kang ayub akan membahas , jenis jenis kesetimbangan kimia berdasarkan wujud nya .
Berdasarkan wujud zat yang ada dalam keadaan setimbang reaksi kesetimbangan terdiri dari dua jenis yaitu kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen.

a) Kesetimbangan Homogen

Kesetimbangan homogen adalah suatu kesetimbangan yang didalamnya terdapat zat-zat dengan wujud yang sama.

1. Kesetimbangan antara larutan dengan larutan.
Contoh:
C2H5OH(aq)  + CH3COOH(aq)  ↔  CH3COOC2H5(aq) +  H2O(aq)

2. Kesetimbangan antara Gas dengan Gas
Contoh:
2SO2(g) + O2(g)   ↔   2SO3(g)

Reaksi yang melibatkan fase gas dan Terjadi dalam Ruang untuk mengeluarkan zat-zat hasil reaksi menjadi zat-zat pereaksi. Suatu saat akan menjadi tempat di mana konsentrasi masing-masing komponen tersebut tetap masing-masing komponen dan komponen yang berlangsung dengan kecepatan yang sama atau bersifat dinamis. Keadaan demikian disebut sistem kesetimbangan.

A(g) + B(g) ↔ C(g) + D(g)

Dalam kesetimbangan dinamis, tidak teriadi perubahan makroskopis (perubahan dapat dilihat atau diukur), tetapi perubahan mikroskopis berlangsung terus. Untuk menyatakan suatu reaksi setimbang, dituliskan dengan tanda panah bolak balik (↔). Adanya katalis tidak menggeser kesetimbangan, tetapi mempercepat tercapainya keadaan setimbang atau mempercepat reaksi ke kanan maupun kekiri.

Untuk ilustrasi kesetimbangan fase homogen zat pereaksi maupun hasil reaksi sama). Mula-mula konsentrasi A dan B berkurang dengan cepat, kemudian tidak begitu cepat dan akhirnya mencapai harga yang tetap. Keadaan sistem yang dimaksud disebut setimbang.

Untuk mengetahui hubungan antara zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi, perlu dilakukan analisis terhadap masing-masing zat pereaksi maupun hasil balik pada saat setimbang. Hubungan ini pertama kali dikemukakan oleh Gulberg dan Waage (1867). Data hasil analisis terhadap masing-masing zat pereaksi dan hasil balik pada saat setimbang dapat dilihat pada contoh berikut.

1. Reaksi: N2(g) + 3 H2(g) ↔ 2NH3(g) pada temperatur 4000C

Banyaknya N2, H2, dan NH3, yang mula-mula dicampurkan bervariasi dan sistem dibiarkan setimbang.Terlihat bahwa berapa pun harga konsentrasi zat-zat pereaksi maupun hasil reaksi pada saat keadaan setimbang, perbandingan antara konsentrasi zat-zat pereaksi pangkat koefisien reaksi dengan konsentrasi zat-zat hasil reaksi pangkat koefisien adalah konstan. Perbaandingan yang konstan itu disebut tetapan kesetimbangan (K). Tetapan kesetimbangan berharga tetap dan hanya bergantung pada stoikiometri reaksi dan temperatur. Harga K dinyatakan sebagai berikut.
Harga K hanya spesifik untuk suatu reaksi sehingga sangat penting merujuk persamaan reaksinya. Misalnya:
Hukum kesetimbangan homogen untuk reaksi:

a A + b B ↔ c C + d D

Pada temperatur tertentu adalah:
K= tetapan kesetimbangan pada temperatur tertentu yang tetap

A, B, C, dan D = zat yang berfase sama, yaitu gas semua atau zat-zat yang terlarut dalam larutan.Pada kesetimbangan dicapai, harga K tetap (selama temperatur tetap). Jika harga perbandingan   suatu reaksi lebih kecil atau lebih besar daripada harga K, berarti reaksi tidak dalam keadaan setimbang.






b) Kesetimbangan Heterogen

Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan yang didalamnya terdapat zat-zat dalam dengan wujud yang berbeda.

    Kesetimbangan antara zat padat dengan gas

contoh:

CaCO3(s) ↔    CaO(s)   + CO2(g)

    Kesetimbangan antara gas dengan zat cair

H2O(g)   ↔ H2O(l)

    Kesetimbangan antara zat padat dengan larutan

contoh:

AgCl(s)    ↔     Ag+(aq)  + Cl(aq)

Untuk kesetimbangan heterogen (wujud zat-zat pereaksi maupun zat-zat hasil reaksi ada yang tidak sama), harga K hanya ditentukan oleh zat-zat yang berfase sama, misalnya gas (g) atau zat-zat terlarut (aq).

Dalam kesetimbangan heterogen, komponen komponen reaks memiliki fase yang berbeda. Contohnya adalah reaksi penguraian termal natrium bikarbonat yang berlangsung menurut persamaan reaksi berikut.

2NaHCO3(s)↔ Na2CO3(s) + H2O(g)+ CO2(g)

Tetapan kesetimbangan reaksi di atas dinyatakan sebagai:


Konsentrasi zat cair dan zat padat murni tidak berubah oleh adanya perubahan suhu sehingga rasio jumlah zat terhadap volumenya tetap. Sebagai contoh, jika 1 mol NaHCO3 menempati volume 38,9 cm3, 2 mol NaHCO3 akan menempati volume 77,8 cm3. Jadi, rasio mol terhadap volumenya (= konsentrasi molar) tetap sama.

No comments:

Post a Comment