Pengertian, Pembentukan Dan Sifat Sifat Ikatan Ion Beserta Contohnya - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Thursday, April 9, 2020

Pengertian, Pembentukan Dan Sifat Sifat Ikatan Ion Beserta Contohnya

Hallo adik adik kimia , salam kimia , dipostingan ini kang ayub akan membahas mengenai ikatan kimia , nah sebelum masuk kemateri ikatan kimia adik adik sebelumnya harus tau mengenai materi tentang konfigurasi elektron , mengapa ? karena ikatan kimia akan  terbentuk  jika suatu atom berikatan dengan atom – atom yang lain dan membentuk senyawa, atom – atom tersebut mengalami perubahan sedemikian sehingga meempunyai konfigurasi elektron seperti unsur gas mulia.
Sobat kimia tau gak kalau unsur unsur itu tidak dapat ditemukan dalam keadaan bebas , melainkan dalam bentuk molekul atau senyawa , dikarenakan molekul  lebih stabil dibandingkan unsur-unsur dalam keadaan bebas.

Atom-atom unsur cenderung mengikuti gas mulia untuk mencapai kestabilan. He; mempunyai 2 elektron valensi; unsur-unsur gas mulia mempunyai 8 elektron valensi sehingga gas mulia bersifat stabil

Jika atom berusaha memiliki 8 elektron valensi, atom disebut mengikuti aturan oktet. Unsur-unsur dengan nomor atom kecil (seperti H dan Li) berusaha mempunyai elektron valensi 2 seperti He disebut mengikuti aturan duplet.

Adik adik tau gak  bagaimana unsur itu mencoba mencapai kestabilan seperti gas mulia ? nah unsur ini mecoba mencapai kestabilan dengan berikatan dengan unsur satu dengan unsur lainnya yang melengkapi , nah  manusia juga seperti itu belum stabil sebelum menikah ,  setelah menikah manusia sudah stabil dengan melengkapi satu dengan yang lainnya .

Pengertian Ikatan Ion 


Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain . Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan electron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif.

Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen). Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik. Senyawa ionik biasanya terbentuk antara atom-atom unsur logam dan nonlogam.

Pembentukan Ikatan Ion 

 Dalam pembentukan ikatan ion, jumlah elektron yang dilepaskan harus sama dengan jumlah elektron yang diterima. Ion – ion yang berlawanan muatan tersebut menyebabkan timbulnya gaya tarik – menarik atau gaya elektrostatis yang kuat sehinggga terjadi ikatan ion dan membentuk suatu senyawa yang memiliki ikatan ion yang disebut senyawa ion.

Umumnya, ikatan ion terjadi antara logam yang cendrung melepaskan elektron dengan atom non logam yang cendrung menerima elektron. Contohnya, ikatan yang terjadi antara atom Na dengan atom Cl.Dalam mencapai kestabilannya, atom Na akan melepaskan 1 elektron sehingga membentuk ion Positif Na+ , Sedangkan atom Cl akan menerima 1 elektron sehingga membentuk ion negative Cl–. Jika Na dan Cl berikatan, keduanya akan melakukan serah terima atau perpindahan elektron. Na akan memberi 1 elektron kepada Cl dan Cl menerima

Contoh NaCl
Dalam mencapai kestabilannya, atom K akan melepaskan 1 elektron sehingga membentuk ion Positif K+ , Sedangkan atom Cl akan menerima 1 elektron sehingga membentuk ion negative Cl–. Jika K dan Cl berikatan, keduanya akan melakukan serah terima atau perpindahan elektron. Na akan memberi 1 elektron kepada Cl dan Cl menerima

Secara umum ikatan ion terbentuk  antara:

 *   Ion positif dengan ion negatif.

    Atom-atom berenergi potensial ionisasi kecil dengan atom-atom berafinitas elektron besar (atom-atom unsur golongan IA,IIA dengan atom-atom unsur golongan VIA, VIIA)
    Atom-atom dengan dengan keelektronegatifan kecil dengan atom-atom yang mempunyai keelektronegatifan besar, perbedaan keelektronegatifan untuk membentuk ikatan ion adalah 1,5

contoh :

Senyawa ion


Senyawa ion umumnya tersusun atas unsur logam dan non logam. Contoh senyawa ion adalah NaCl, KBr, CaO, AlCl3, KCl dan lain – lain. Sifat fisis senyawa ion adalah sebagai berikut :

1. Kristanya keras tapi rapuh

Apabila senyawa ion dipukul, akan terjadi pergeseran posisi ion positif dan negative, dari yang semula berselang-seling menjadi berhadapan langsung. Hal ini menyebabkan ion positif bertemu muka dengan ion positif dan terjadi gaya tolak-menolak. Inlah yang menyebabkan Kristal senyawa ion bersifat rapuh.contohnya adalah garam

2. Mempunyai tiik lebur dan titik didih yang tinggi

Secara umum, senyawa ion mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi karena kuatnya gaya elektrostatis yang ditimbulkan antar ion positif dan negative.

3. Mudah larut dalam air

Pada saat kristal senyawa ion dimasukkan kedalam air, maka molekul-molekul air akan menyusup diantara ion positif dan negatif sehinga gaya tarik menarik elektrostatisdari ion positif dan ion negatif akan melemah, dan akhirnya rapuh.

4. Dapat menghantarkan arus listrik


Ion positif dan negatif apabila bergerak dapat membawa muatan listrik. Apabila senyawa ion terpecah menjadi ion positif dan ion negatif serta dapat bergerak secara leluasa, maka senyawa ion dalam keadaan cair dan larutan dapat menghanntarkan listrik karena ion-ionnya bergerak secara bebas. Akan tetap, dalam keaadaan padat, senyawa ion tidak dapa menghantarkan listrik karena ion-ionnya tidak dapat bergerak.

No comments:

Post a Comment