Reaksi Benzena Dan Tata Nama Benzena - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Wednesday, April 8, 2020

Reaksi Benzena Dan Tata Nama Benzena

Reaksi Benzena
Benzena merupakan suatu produk minyak bumi yang awalnya terbuat dari batubara yang dipakai sebagai komponen dalam berbagai produk konsumen dan industri. Benzena ini ditemukan oleh Faradat kemudian rumus molekulnya ditetapkan oleh Mitscherlich sebagai C6H6. Benzena ini termasuk dalam golongan senyawa hidrokarbon. Benzena mempunyai derajat kejenuhan yang tinggi.

Senyawa benzena dan sejumlah turunannya digolongkan dalam senyawa aromatik, yang mana penggolongan ini dilandasi oleh aroma yang dipunyai sebagian dari senyawa-senyawa tersebut. Akan tetapi para kimiawan sekarang tidak lagi mengklasifikasikan senyawa kimia yang berdasarkan sifat fisiknya lagi, melainkan berdasarkan struktur dan kereaktifannya.

Reaksi Benzena

Reaksi yang umum terjadi yaitu suatu reaksi subtitusi elektrofilik, ada 4 macam, yakni sebagai berikut:
1. Subtitusi dengan halogen (Halogenasi)
Benzena mengalami subtitusi dengan halogen memakai katalisator besi (III) halida.
Contoh :
sibtitusi dengan halogen
2. Subtitusi dengan asam nitrat (Nitrasi)
Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat memakai katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena.
contoh :
sibtitusi dengan asam nitrat
3. Subtitusi dengan asam sulfat pekat (Sulfonasi)
Sulfonasi terjadi Bila benzena dipanaskan dengan asam sulfat pekat.
Contoh:
sibtitusi dengan asam sulfat
4. Subtitusi dengan alkil halida (Alkilasi)
Reaksi ini bisa memakai untuk membentuk alkil benzena menggunakan katalisator alumunium klorida (AlCl3).
Contoh :
sibtitusi dengan alkil halida

Tatanama Benzena

1. Benzena Monosubtitusi

Benzena dengan satu subtituen alkil diberi nama sebagai turunan benzena, misalnya etilbenzena. Sistem IUPAC tetap memakai nama umum untuk beberapa benzena monosubstitusi, misalnya toluena, kumena, stirena.

Nama-nama umum seperti fenol, anilina, benzaldehida, asam benzoat, anisol juga tetap dipakai dalam sistem IUPAC. Sistem IUPAC (International Union Pure and Applied Chemistry) yaitu suatu lembaga yang berwewenang untuk merumuskan tata nama senyawa.
mono sibtitusi

2. Benzena Disubtitusi

Disubtitusi berarti benzena mengikat dua subtituen, maka terdapat kemungkinan mempunyai tiga isomer struktur. bila kedua subtituen diikat oleh atom-atom karbon 1,2- disebut orto (o) satu sama lain, jika karbon 1,3- disebut meta (m), dan 1,4 disebut para (p).
contoh :
benzena disibtitusi
Sistem IUPAC memakai nama umum xilena untuk ketiga isomer dimetilbenzena, yakni o-xilena, m-xilena, dan p-xilena. jika kedua substituen tersebut tidak memberikan nama khusus, maka masing-masing dari substituen diberi nomor, dan namanya akan diurutkan berdasarkan urutan abjad, dan diakhiri dengan kata benzena. Atom karbon yang mengikat substituen yang urutan abjadnya lebih dahulu diberi nomor 1.

Substituen-substituen pada contoh di atas adalah sama. Bagaimana jika substituennya berbeda? Jika dua substituennya berbeda, maka salah satu dianggap sebagai senyawa utama dan gugus yang lain dianggap sebagai gugus terikat dengan urutan prioritas seperti berikut.

–COOH, –SO3, –CH3, –CN, –OH, –NH2, –R, –NO2, –X
contoh :
benzena disibtitusi
Oleh karena gugus CH3 lebih relatif dari NO2 maka CH3 sebagai gugus terikat dan NO2 sebagai gugus lain. Jadi, senyawa tersebut dinamakan meta-nitro toluena.

3. Benzena Polisubtitusi

Benzena polisubtitusi yaitu ketika terdapat tiga atau lebih substituen terikat pada cincin benzena, maka posisi masing-masing substituen ditunjukkan dengan nomor. Bila salah satu substituen memberikan nama khusus, maka diberi nama senyawanya sebagai turunan dari nama khusus tersebut. Dan bila semua substituen tidak memberikan nama khusus, maka posisisnya akan dinyatakan dengan nomor dan diurutkan sesuai urutan abjad, dan diakhiri dengan kata benzena.
benzena polisubtitusi

No comments:

Post a Comment