Soal Koloid beserta Pembahasnnya - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Tuesday, April 7, 2020

Soal Koloid beserta Pembahasnnya

soal latihan koloid dan pembahasannya
Hallo adik adik salam kimia , apakah kamu sudah mempelajari materi tentang koloid ? yuk kita lanjut ke tahap soal untuk memperdalam pengetahuan kita , tanpa basa basi lagi yuk langsung aja kesoalnya
1. Sistem koloid dibawah ini yang merupakan aerosol adalah …
a. Susu
b. Kabut
c. Buih
d. Gel
e. Tinta
Pembahasan :
Sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat, disebut aerosol padat; jika zat yang terdispersi berupa zat cair, disebut aerosol cair.
    Contoh aerosol padat : asap dan debu dalam udara
    Contoh aerosol cair : kabut dan awan
2. Mutiara adalah sistem koloid …
a. Padat dalam cair
b. Cair dalam gas
c. Cair dalam padat
d. Gas dalam cair
e. Gas dalam padat
Pembahasan :
Fase terdisfersinya cair dan medium pendispersinya padat namannya emulsi padat ,contohnya: keju,mutiara,mentega.

3. Partikel koloid bermuatan listrik karena…
a. Adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid
b. Absorpsi ion-ion oleh partikel koloid
c. Partikel koloid mengalami ionisasi
d. Pelepasan electron oleh partikel koloid
e. Partikel koloid mengalami ionisasi
Pembahasan :
Partikel koloid memiliki kempuan menyerap ion atau muatan listrik pada permukaanya. Oleh karena itu, partikel koloid menjadi bermuatan listrik. Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorpsi ,jika penyerapan sampai kebawah permukaan ini disebut absorpsi.

14. Ber ikut adalah penerapan sifat koloid dalam kehidupan sehari-hari
a. Pemutihan gula tebu.
b. Langit berwarna jingga pada petang hari.
c. Penyerapan asap pabrik dengan alat Cottrel.
d. Proses cuci darah pada penderita gagal ginjal.
e. Penggumpulan karet oleh laktes.
Contoh penerapan sifat adsorpsi terdapat pada nomor …
a. 1 dan 3
b. 2 dan 3
c. 2 dan 4
d. 3 dan 4
e. 4 dan 5
Pembahasan :
Adsorpsi yaitu proses penyerapan suatu zat dipermukaan zat lai . peristiwa ini disebabkan gaya tarik molekul-moleku pada permukaan zat penyerap. Proses yang memanfaatkan sifat adsopsi yaitu :
    1. Penyembuhan sakit perut (yang disebabkan oleh bakteri patogen)dengan norit.
    2. Penjernihan air dengan tawas.
    3. Pencelupan serat wol untuk proses pewarnaan.
    4. Penjernihan air tebu pada pembuatan gula
    5. Penyerapan asap pabrik dengan alat Cottrel.
Jadi ,penerapan sifat adsorpsi edapat pada nomor 1dan 3 yaitu pemutihan gula tebu dan penyerapan asap pabrik dengan alat Cottrel. langit berwarna jingga pada petang hari (efek tyndall) ,prossses cuci darah pada penderita gagal ginjal (dialisis), penggumpalan katret oleh lateks (koagulasi)

16. padat dalam padat adalah sol padat

    Berikut ini beberapa sifat koloid :
    1. Dialysis
    2. Koagulasi
    3. Adsorbs
    4. Efek tyndall
    5. Koloid pelindung
Proses pembuatan es krim dan cuci darah merupakan penerapan sifat koloid berturut-turut adalah …
a. 1 dan 3
b. 5 dan 1
c. 3 dan 2
d. 4 dan 3
e. 1 dan 5
Pembahasan : pada pembuatan es krim digunakan gelatin untuk mencegah pembentukan Kristal besar es atau gula. Suatu koloid dapat distabilkan dengan menambahkan koloid laid disebut koloid pelindung. Koloid pelindung ini akan membungkus partikel zat terdispersi,sehingga tidak dapat lagi mengelompok.sedangkan pada cuci darah terjadi proses dialysis, koloid yang mengandung ion-ion dimasukkan ke ddalam kantung penyaring,kemudian dicelupkan kedalam medium pendispersi (air). Ion-ion dapat keluar melewati penyaring sehingga partikel koloid terbebas dari ion-ion. Kantung penyaring merupakan semipermeabel yang hanya dapat dilewati ion dan air,tetapi tidak dapat dilewati partikel koloid.

7. Buih dalam sistem dispersi adalah …
a. Zat padat terdispersi dalam zat cair
b. Zat cair terdispersi dalam gas
c. Gas terdispersi dalam zat padat
d. Gas terdispersi dalam zat cair
e. Zat cair terdispersi dalam zat cair
Pembahasan : Buih adalah koloid dengan fase terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinyan berupa zat cair.

8. Berikut adalah peristiwa –peristiwa koagulasi pada partikel koloid,kecuali …
a. Penggumpalan lates
b. Pengobatan sakit perut
c. Pengendapan debu pada cerobong asap
d. Penjernihan lumpur dari air sungai
e. Penbentukan delta pada muara sungai
Pembahasan : koagulasi adalah peristiwa pengendapan koloid. Pengendapan koloid dapat terjadi dengan cara mekanik,kimiawi dan pencampuran dua macam koloid yang muatannya berlawanan.contoh peristiwa koagulasi adalah pembentukan delta dimuara sungai terjadi karena koloid tanah liat (lempung) dalam air sungai mengalami koagulasi ketika bercampur dengan elektrolit dalam laut, asap atau debu dari pabrik dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik Cottrel dan karet dalam lateks digumpalkan dengan menambahkan asam format.

Jadi yang bukan peristiwa koagulasi adalah pengonatan sakit perut ,yaitu dengan serbuk norit merupakan peristiwa adsorbs pada partikel koloid.

9. Pembuatan koloid dapat dilakukan dengan cara :
   1. Hidrolisis
   2. Peptisasi
   3. Reaksi redoks
   4. Busur breeding

Pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah nomor…
a. 1 dan 3
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 1 dan 4
Pembahasan : Cara kondensasi adalah perubahan partikel larutan dengan cara penggumpalan, sehingga menjadi partikel berukuran koloid. Pembuatan koloid dengan cara kondesasi dapat dilakukan dengan ; hidrolisis ,redoks,pertukaran ion, penggantian pelarut dan dekomposisi. Cara dispersi adalah mengubah partikel-partikel kasar menjadi partikel koloid. Pembuatan koloid dengan cara disperse dapat dilakukan dengan : cara mekanik, homogenesis , peptisasi dan busur breeding.

10. Pembuatan sol Fe(OH)3 dilakukan dengan cara …
a. Mekanik
b. Peptisasi
c. Hidrolisis
d. Bususr bredig
e. Reaksi redoks
Pembahasan : Reaksi hidrolisis merupakan reaksi pembentukan koloid dengan mengunakan preaksi air.
sol Fe (OH)3 dibuat dari senyawa FeCl3 yang direaksikan dengan air sehingga disebut cara hidrolisis.

FeCl3 (aq)  + 3H2O(l)   →  Fe(OH)3(s) + 3HCl (aq)

11. Beberapa peristiwa yang berhubungan dengan sifat koloid :
 1. Pembentukan delta di muara sungai
 2. Penyembuhan sakit perut dengan norit
 3. Pemutihan gula
 4. Penjernihan air dengan tawas
 5. Cuci darah pada penderita ginjal
Sifat koagulasi ditunjukkan pada nomor …
a. 1 dan 4
b. 2 dan 3
c. 2 dan 4
d. 3 dan 5
e. 4 dan 5
Pembahasan :
Penerapan sifat koloid :
1. Pembentukan delta di muara sungai dan penjernihan air dengan tawas berhubungan dengan sifat koagulasi koloid.
2. Penyembuhan sakit perut dengan norit dan pemutihan gula berhubungan dengan sifat adsorpsi.
3. Cuci darah pada penderita ginjal berhubungan dengan proses dialisis.

12. Perhatikan contoh penerapan sifat koloid berikut :
1. Sorot lampu mobil pada saat kabut
2. Pembentukan delta di muara sungai
3. Proses cuci darah
4. Gelatin pada es krim
5. Pemutihan gula tebu
Contoh yang merupakan penerapan sifat adsorpsi adalah …
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
Pembahasan :
Adsorpsi merupakan penyerpan partikel (ion, molekul) pada permukaan koloid. Sifat adsorpsi diterapkan dalam pemutih gula tebu. Gula yang masih berwarna dilarutkan dalam air, lalu dialirkan melalui zat pengadsorpsi arang tulang. Zat warna pada gula akan diserap sehingga dihasilkan gula yang putih bersih.
    1. Sorot lampu mobil pada saat kabut merupakan efek Tyndall.
    2. Pembentukan delta di muara sungai merupakan contoh koagulasi.
    3. Proses cuci darah merupakan penerapan dialysis.
    4. Gelatin pada es krim merupakan koloid pelindung untuk menjaga kestabilan koloid agar tidak menggumpal.
    5. Pemutihan gula tebu merupakan penerapan sifat adsorpsi koloid.

13. Perhatikan beberapa proses pembuatan koloid berikut :
 1. H2S ditambahkan ke dalam endapan NiS
 2. Sol logam dibuat dengan cara busur Bredig
 3. Larutan AgNO3 diteteskan ke dalam larutan HCL
 4. Larutan FECl3 diteteskan ke dalam air mendidih
 5. Agar-agar dipeptisasi dalam air
Contoh pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah …
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 3 dan 4
d. 3 dan 5
e. 4 dan 5
Pembahasan :
Kondensasi merupakan pembuatan koloid dengan cara menggumpalkan partikel-partikel kecil (ion, atom, molekul) menjadi partikel berukuran koloid. Yang termasuk cara kondensasi yaitu cara 3 dan 4.
    Larutan AgNO3 yang ditambahkan  HCl akan membentuk koloid AgCl

AgNO3  +  HCl → AgCl   +   HNO3

    Larutan FeCl3 yang ditambahkan kedalam air mendidih akan membentuk koloid Fe(OH)3

FeCl3  + H2O → Fe(OH)3   +   3HCl

Sedangkan cara 1, 2, dan 5 termasuk pembuatan koloid dengan cara dispersi, yaitu menghaluskan partikel-partikel kasar sehingga diperoleh partikel koloid.

13. Peristiwa berikut yang tidak ada hubungannya dengan sistem koloid adalah …
a. Absorpsi
b. Dialisis
c. Efek Tyndall
d. Gerak Brown
e. Elektroforesis
Pembahasan :
   1. Efek Tyndall : efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
   2. Gerak Brown : Gerak zig – zag partikel koloid akibat tumbukan antar partikel koloid. Sifat inilah yang membuat koloid tidak mengendap.
   3. Adsorpsi : penyerapan ion pada permukaan koloid sehingga koloid menjadi bermuatan
   4. Koagulasi : Penggumpalan partikel koloid karena adanya penambahan zat kimia, pengadukan, atau muatan yang berlawanan dan panas.
   5. Elektroforesis : Pergerakan partikel koloid bermuatan akibat adanya medan listrik.
   6. Dialisis : pemurnian koloid dari partikel pengotor yang dapat mengganggu kestabilan koloid.

No comments:

Post a Comment