Ikatan Ion : Pengertian, Pembentukan Dan Sifat-Sifatnya - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Tuesday, May 12, 2020

Ikatan Ion : Pengertian, Pembentukan Dan Sifat-Sifatnya

pembentukan NaCl

Ikatan Ion- Bagaimanakah cara suatu unsur untuk mencapai kestabilan? Tahukah anda, apakah yang dimaksud elektron valensi? Elektron valensi adalah elektron yang berada pada kulit terluar. Elektron valensi sangat berperan bagi suatu unsur untuk mencapai kestabilan. Secara umum, kestabilan suatu unsur dapat terbentuk dengan adanya ikatan kimia. yuklah langsung aja kita masuk kemateri ikatan ion

Ikatan Ion

Pengertian Ikatan Ion

Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif. Ikatan ion terjadi antara atom-atom yang mempunyai energi ionisasi rendah dengan atom-atom yang mempunyai energi ionisasi rendah dengan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar.

Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi rendah dengan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah sedangkan unsur-unsur non-logam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. Oleh karena itu, ikatan ion dapat terjadi antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur non-logam.

Ikatan ion terbentuk antara atom yang mudah melepas elektron (atom logam) dan atom lain yang mudah menerima elektron (atom non-logam).
Suatu atom yang tidak stabil cenderung mencapai kestabilan dengan cara bergabung dengan atom unsur lain. Ikatan kimia antara unsur logam dan nonlogam berbeda dengan yang terjadi antara unsur nonlogam dan nonlogam.

Baca Juga : Senyawa Senyawa Logam 

Ikatan ion merupakan sejenis interaksi, elektrostatis antara dua atom yang memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar. Ikatan ion menghasilkan ion ion positif dan negatif yang berpisah. Muatan muatan ion ini umumnya berkisar antara -3e dengan +3e.

1. Pembentukan Ikatan Ion

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari suatu atom ke atom yang lain. Ikatan ion terjadi antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima elektron (nonlogam) agar memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat. Atom logam yang melepaskan logam elektron akan menjadi ion positif (kation), sedangkan atom nonlogam yang menerima elektron akan menjadi ion negatif (anion).

Dalam pembentukan ikatan ion, jumlah elektron yang di lepas harus sama dengan jumlah elektron yang diterima. Ion ion yang berlawanan tersebut mnyebabkan timbulnya gaya tarik-menarik atau gaya elektrosatis yang kuat sehingga terjadi ikatan ion dan membentuk suatu senyawa yang memiliki ikatan ion yang disebut senyawa ion.
Contoh:
a. Pembentukan ikatan ion pada senyawa NaCl
Atom natrium mempunyai nomor atom 11 dengan konfigurasi elektron:

11Na: 2 8 1

Atom klorin mempunyai nomor atom 17 dengan nomor atom 17 dengan konfigurasi elektron:

struktur atom cl
17Cl: 2 8 7
Untuk mencapai kestabilan, atom natrium melepaskan sebuah elektron sehingga mempunyai konfigurasi elektron gas mulia Ne.
pelepasan elektron Na
Na                →       Na+      + e-
(2 8 1)                 ( 2  8)

Baca Juga : Ikatan Kovalen : Pengertian, Pembentukan dan Sifat-Sifatnya

Atom Cl akan mengikat sebuah elektron yang dilepaskan oleh atom Na tersebut sehingga akan mempunyai konfigurasi elektron sesuai dengan gas mulia Ar.
Cl + e-     →  Cl-
(2 8 7)        (2 8 8)
Terjadi tarik-menarik antara sebuah ion Na+ dengan sebuah ion Cl- membentuk gabungan ion NaCl
Na+ + Cl- →  NaCl
 
Pembentukan ikatan ion
Pembentukan Ikatan Ion NaCl

Senyawa ion membentuk kristal yang besar dari beberapa ion positif dan beberapa ion negatif dengan struktur tertentu. Pada senyawa NaCl, kristal yang dibentuk mempunyai struktur kubus, di mana setiap ion Na+ akan dikelilingi oleh enam ion Cl- dan sebaliknya setiap ion Na+  akan dikelilingi oleh enam ion Na+. Oleh karena itu, pada senyawa ion tidak disebut rumus molekul, tetapi rumus kimia yang menggambarkan perbandingan paling sederhana dari ion positif dan ion negatif.
Ikatan ion dapat terjadi antara:
a. unsur yang memiliki energi ionisasi yang rendah dengan unsur yang mempunyai afinitas elektron tinggi.
b. unsur golongan IA, IIA, IIIA dengan golongan VIA,VIIA.

2.  Sifat Ikatan Ion

Beberapa sifat senyawa ion antara lain:
a.    Kristalnya keras tapi rapuh
Apabila senyawa ion dipukul, akan terjadi pergeseran posisi ion positif dan negatif, dari yang semula berselang-seling menjadi berhadapan langsung. Hal ini menyebabkan ion positif bertemu muka dengan ion positif dan terjadi gaya tolak-menolak. Inilah yang menyebabkan kristal senyawa ion bersifat rapuh.
b.    Mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi
Secara umum, senyawa ion mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi karena kuatnya gaya elektrostatis yang ditimbulkan antara ion positif dan ion negatif.
c.    Mudah larut di dalam air
Pada saat kristal senyawa ion dimasukkan ke dalam air, maka molekul-molekul air akan menyusup di antara ion positif dan ion negatif sehingga gaya tarik-menarik elektrostatis dari ion positif dan ion negatif akan melemah, dan akhirnya terpecah.
d.    Dapat menghantarkan listrik
Ion positif dan ion negatif apabila bergerak dapat membawa muatan listrik. Apabila senyawa ion terpecah menjadi ion positif dan ion negatif serta dapat bergerak secara leluasa, maka senyawa ion dalam keadaaan cair dan larutan dapat menghantarkan listrik karena ion-ionnya dapat bergerak secara bebas. Akan tetapi, dalam keadaan padat, senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik karena ion-ionnya tidak dapat bergerak.

Baca Juga : Soal Latihan Ikatan Kimia

No comments:

Post a Comment