Koloid : Pengertian, Jenis Koloid Beserta Contohnya - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Sunday, May 17, 2020

Koloid : Pengertian, Jenis Koloid Beserta Contohnya


Koloid-Pernah kah adik adik membuka pintu dipagi hari ? lalu tiba tiba cahaya matahari masuk kerumah adik ? adik melihat beberapa butiran seperti debu yang melayang nampak diantara bebarengan dengan cahaya matahari tersebut, itulah bentuk koloid. 

Pengertian Sistem Koloid


Pada tahun 1861 thomas graham seorang ahli kimia bahasa inggris melakukan percobaan untuk menguji perbedaan kemampuan aliran zat terlarut dengan menggunakan kantong parkemen, air, Kristal, gula, lem, perekat, dan kanji masing – masing di larutkan dalam air. Kemudian larutannya di masukkan ke dalam kantong perkamen, di tutup rapat dan di rendam dalam air. Perkemen adalah lembaran atau kantong yang terbuat darai kulit hewan.

Dari percobaan tersebut ternyata molekul gula memiliki kemampuan untuk merembes ke luar menembus pori- pori parkeman sehingga keluar kantong. Akan tetapi, partikel kanii tidak dapat keluar dari kantong. Ternyata zat perekat itu tersebut sifatnya sama dengan sifat kanji yaitu tidak mampu menembus membrane parkeman.

Campuran dapat di kelompokkan berdasarkan fasa yang terbentuk menjadi campuran homogen ( larutan) dan campuran heterogen . campuran homogeny membentuk satu fasa.  Campuran yang tidak dapat merata yaitu heterogen campuran susu dan air di kenal dengan istilah koloid. Zat yang terdispersi di sebut fas terdipersi, sedangkan medium yang di gunakan untuk mendispersikan di sebut medium pendispersi. Zatbyang terdispersi akan berubah fasa jika di campur dengan zat lain yang fasanya berbeda, sedangkan medium pendispersi tidak berubah.

Kombinasi wujud zat yang di miliki fasa terdispersi dan medium pendispersiakan membentuk Sembilan kemungkinan campuran padat-padat, campuran padat-cair, campuran padat-gas, campuran cait – padat, campuran  cair- cair, campuran gas –cair, campuran gas-padat, campuran cair –gas, dan campuran gas- gas. Dari Sembilan campuran tersebut, hanya delapan campuran yang membentuk system koloid. Campuran gas-gas tidak membentuk system koloid.  

Perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi

Jenis koloid


1. Emulsi 

Emulsi adalah dispersi koloid zat cair dengan zat cair. Bila medium pendispersinya berupa zat padat di ssebut emulsi padat. Emulsi dapat di buat dengan mengaduk kedua zat cair tersebut. agar emulsi stabil maka perlu di tambah emulgator.
Contoh emulsi adalah air dalam minyak dan minyak dalam air. Keduanya sepertinya sama tetapi sebenarnya berbeda. Pada emulsi air dalam minyak, air sebagai fase terdispersi sedangkan medium pendispersinya minyak. Sebaliknya pada emulsi minyak dalam air yang berfungsi sebagai fase terdisfersi adalah minyak. Minyak di sini adalah semua zat cair yang tidak bercampur dengan air.
susu
Emulsi minyak dalam air atau air dalam minyak dapat di bedakan menjadi dua cara :
a.    Penambahan air. Jika air yang di tambahkan segera bercampur maka emulsinya adalah minyak dalam air, sedangkan jika air ditambahkan tidak bercampur maka emulsinya adalah air dalam minyak.
b.    Penambahan zat elektrolit. Jika menambah daya hantar listrikmaka emulsinya adalah  minyak dalam air, sedangkan jika tidak menambah daya hantar listrik maka emulsinya air dalam minyak.
Contoh emulsi minyak dalam air adalah santan dan susu, sedangkan contoh emulsi air dalam minyak adalah minyak bumi, minyak ikan, dan mayonase.

2.    Sol 

agar agar
Sol adalah koloid dengan fase terdispersi zat padat dan medium pendispersi zat cair atau zat padat. Jika medium pendispersinya zat cair di namakan sol. Sedangkan jika medium pendispersinya padat di namakan sol padat.
Ada dua jenis sol, yaitu sol liofil dan sol liofob:
a.  Sol liofil ( jika pendispersinya air, maka  disebut hidrofil), terjadi penyerapan medium pendispersi sehingga menjadi setengah kaku (gel) contoh: agar-agar, gelatin lem kanji.
b.  Sol liofob ( jika pendispersinya air, maka di sebut hidrofob). Tidak terjadi penyerapan medium pendispersinya. Contoh : sol belerang dan sol emas.

3.  Busa atau buih

Busa merupakan sisitem koloid yang fase terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinya berupa zat cair. Bila medium pendispersinya berupa zat padat di sebut busa padat. Busa dapat di buat dengan mengalirkan gas ke dalam medium pendispersinya yang mengandung busa. Untuk menstabilkan busa maka di gunakan zat penstabil busa misalnya sabun dan protein. Zat yang dapat menghalangi terjadinya busa antara lain minyak tanah dan alcohol. Busa di bagi menjadi dua yaitu busa padat dan busa cair.

4.    Aerosol

Jika medium pendispersi adalah gas maka di namakan aerosol. Aerosol ada dua yaitu aerosol padat dan aerorol cair (aeromulsi) aerosol padat  jika medium terdispersinya zat oadat, contohnya asap dan debu. Aerosol cair jika medium terdispersinya zat cair, contohnya kabut atau  awan.

5.    Gel 

mentega
Bila zat cair dan zat padat di campur pada konsentrasi yang tepat maka zat cair yang ada dapat terserap oleh zat padatnya. Peristiwa tersebut di namakan galasi dan zat yang terbentuk dinamakan gel. Beberapa gas misalnya oksida terhidrat bila di lakukan pengocokan akan mencair membentul sol, tetapi bila di dinginkan akan membentul gel kembali. Peristiwa perubahan gel menjadi sol atau sebaliknya di namakan tiksotropi. Contoh gel antara lain mentega, keju, agar- agar, lem kanji, selai, gel sabun dan produk- produk kosmetik.

No comments:

Post a Comment