Pengertian Dan Konsentrasi Sifat Koligatif Larutan - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Sunday, May 17, 2020

Pengertian Dan Konsentrasi Sifat Koligatif Larutan

pengertian dan konsentrasi larutan
Sifat koligatif larutan- pernahkah kamu melihat penjual es serut , atau es putar ? nah pembuatan es ini dibuat dengan cara mencampurkan garam dapur dengan kepingan es batu dalam sebuah bejana berlapis kayu , Pada pencampuran itu, es batu akan mencair sementara suhu campuran turun Selanjutnya, campuran bahan pembuat es putar dimasukkan dalam bejana lain yang terbuat dari bahan stainless steel. Bejana ini kemudian dimasukkan ke dalam cairan pendingin, sambil terus menerus diaduk sehingga campuran membeku. Pembuatan campuran pendingin ini merupakan salah satu contoh dari penurunan titik beku . Cairan pendingin adalah larutan berair yang memiliki titik beku jauh di bawah 0 °C . ini merupakan salah satu contoh sifat koligatif larutan yang kita ketahui loh .

Sifat Koligatif Larutan

Pengertian Sifat Koligatif Larutan


Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut dalam larutan. Koligatif berasal dari bahasa Yunani coligare yang artinya kumpulan, karena sifat ini tergantung dari banyaknya kumpulan partikel terlarut dalam larutan. Sifat Koligatif larutan meliputi :
1.    Penurunan tekanan uap (∆P)
2.    Kenaikan titik didih(∆Tb)
3.    Penurunan titik beku(∆Tf)
4.    Tekanan osmotik

Sifat koligatif larutan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sifat koligatif larutan nonelektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit. Hal itu disebabkan karena zat terlarut padalarutan larutan nonelektrolit jumlahnya tetap karena tidak terurai menjadi ion-ion, sedangkan zat terlarut pada larutan elektrolit bertambah jumlahnya karena terurai menjadi ion-ion.

Pada dasarnya, untuk konsentrasi zat terlarut yang sama, harga sifat koligatif larutan elektrolit lebih besar daripada harga sifat koligatif larutan nonelektrolit. Hal ini karena zat elektrolit akan terurai atau terionisasi menjadi ion-ion di dalam larutannya, sedangkan zat nonelektrolit tidak terurai atau tetap dalam bentuk molekul, sehingga secara teoritis jumlah partikel yang terdapat dalam larutan elektrolit lebih banyak daripada jumlah partikel yang terdapat dalam larutan nonelektrolit untuk konsentrasi yang sama.

Konsentrasi Larutan

Kandungan zat terlarut dalam suatu larutan atau pelarut dinyatakan dengan istilah “konsentrasi”. Konsentrasi larutan dapat dinyatakan sebagai angka banding zat terlarut terhadap jumlah pelarut maupun jumlah larutan. Satuan-satuan konsentrasi yang paling penting berkaitan dengan sifat koligatif larutan adalah persen massa (%m/m), bagian per juta (bpj) atau part per millions (ppm), fraksi mol, molalitas, dan molaritas. Keterkaitan antar satuan-satuan ini dapat diturunkan dari definisi dan rumus-rumusnya.

a. Persen massa

Persen massa (%m/m) menyatakan banyaknya massa zat terlarut yang terkandung dalam 100 satuan massa larutan. Sebagai contoh, larutan NaCl 10% m/m mengandung arti bahwa dalam 100 gram larutan terdapat 10 gram NaCl.
sifat koligatif larutan
Massa larutan= massa zat terlarut + massa pelarut

b. Bagian Per Juta (bpj)

Bagian per juta (bpj) menyatakan massa zat terlarut dalam 1.000.000 satuan massa larutan, dalam satuan massa zat terlarut dan massa larutan yang sama.
Bagian per juta
Bagian per juta setara dengan massa zat terlarut (milligram) dalam 1 kilogram larutan atau dalam 1 liter larutan apabila massa jenis larutan sama dengan 1.
sifat koligatif larutan
Dengan demikian, apabila suatu larutan memiliki persen massa yang diketahui, maka bagian per juta dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
konsentrasi larutan

c. Fraksi mol

Fraksi mol dilambangkan dengan X, menyatakan jumlah mol salah satu komponen per jumlah mol total larutan. Dengan menggunakan n sebagai lambang jumlah mol, maka
konsentrasi larutan
Karena larutan merupakan campuran antara komonen zat terlarut dengan komponen pelarut, maka ada dua macam fraksi mol yang dapat dihitung, yakni fraksi mol zat terlarut (Xt) dan fraksi mol pelarut (Xp). sesuai dengan definisi fraksi mol di atas, jika zat terlarut dilambangkan dengan t dan pelarut dilambangkan dengan p, maka:
rumus fraksi mol
Karena fraksi mol menyatakan perbandingan mol, maka fraksi mol tidak memiliki satuan. Hasil penjumlahan kedua fraksi mol ini adalah 1.

d.  Molalitas (m)
Molalitas (m) menyatakan banyaknya mol zat terlarut yang  terkandung dalam 1 kilogram pelarut. Molalitas disebut juga sebagai konsentrasi molal atau kemolalan larutan.
Jadi,
          
Dengan: M = molalitas larutan
               n  = jumlah mol terarut
               V = volume larutan           
Satuan molalitas adalah mol/kg atau molal.

e.  Molaritas (M)
Molaritas (M) menyatakan banyaknya mol zat terlarut yang terkandung dalam 1 liter larutan. Molaritas disebut juga sebagai konsentrasi molar atau kemolaran larutan.
Jadi,
konsentrasi
Untuk larutan dengan massa jenis= x g/mL dan persen massa (%m/m)= y, maka jumlah molaritasnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
konsentrasi larutan
Molaritas larutan dinyatakan dengan satuan molar (M) atau mol/L.

No comments:

Post a Comment