Penurunan Titik Beku Larutan : Pengertian, Rumus, Dan Contohnya - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Tuesday, May 19, 2020

Penurunan Titik Beku Larutan : Pengertian, Rumus, Dan Contohnya

es mencair
Penurunan Titik beku larutan - pastinya kamu tau dengan es batu dong , gak enak rasanya kita minum tanpa ada nya es batu , apalagi disaat panas panas cocok nya kita minum wajib rasa nya ada es batu untuk menghilangkan dahaga. nah es batu kali ini yang kita bahas berkaitan mengenai penurunan titik beku larutan. Tanpa basa basi lagi yuk mari kita

Penurunan Titik Beku

1. Pengertian Penurunan Titik Beku

Air murni membeku pada temperature 0◦C dan tekanan 1 atm. Temperature itu dinamakan titik beku normal air. Temperature dimana zat cair membeku pada tekanan 1 atm adalah titk beku normal zat cair itu. Dengan adanya zat tersebut, ternyata pada temperature 0◦C air belum membeku. Pada temperature itu tekanan uap jenuh larutan lebih kecil dari 1 atm. Agar larutan membeku, temperature larutan harus diturunkan sampai tekanan uap jenut larutan mencapai 1 atm.
Besarnya perbedaan antara titik beku zat pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (∆Tf ).

Titik beku adalah suhu pada nilai tekanan tertentu, saat terjadi perubahan wujud zat dari cair menjadi padat. Penurunan titik beku adalah berkurangnya titik beku suatu larutan relative terhadap titik beku pelarut murninya. Penurunan titik beku berbanding lurus dengan kemolalan larutan. Hubungan antara penurunan titik beku larutan dan kemolalan larutan dapat dinyatakan sebagai berikut:

∆Tf = Kf  x  m
∆Tf = penurunan titik beku larutan (℃)
Kf  = tetapan penurunan titik beku molal pelarut
m = kemolalan
Penurunan titik beku yang disebabkan oleh 1 mol zat terlarut dalam 1.000 gram zat terlarut dinamakan penurunan titik beku molal (Kf ). Setiap zat pelarut mempunyai harga Kf  berbeda yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Hubungan penurunan titik beku dengan konsentrasi larutan secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut.
 

2. Aplikasi penurunan titik beku

a. Antibeku dalam tubuh hewanHewan-hewan yang tinggal di daerah beriklim dingin, seperti  beruang kutub, memanfaatkan prinsip sifat koligatif larutan penurunan titik beku untuk bertahan hidup. Darah ikan-ikan laut mengandung sejumlah garam dan zat-zat anti beku lainnya yang mampu menurunkan titik beku air hingga 0,8℃. dengan demikian, ikan laut dapat bertahan di musim dingin yang suhunya mencapai 1,9℃ karena zat antibeku yang dikandungnya dapat mencegah pembentukan Kristal es dalam jaringan dan selnya. Hewan-hewan lain yang tubuhnya mengandung zat antibeku antara lain serangga, dan nematode. Tubuh serangga mengandung gliserol dan dimetil sulfoksida, sedangkan nematode mengandung gliserol dan trihalose.

b. Antibeku untuk mencairkan saljuDi daerah yang memiliki musim salju, setiap hujan salju terjadi, jalanan di penuhi es salju. Untuk mengatasinya, jalanan bersalju tersebut di taburi campuran garam NaCl dan CaCl2. Penaburan garam tersebut dapat mencairkan salju. Semakin banyak garam yang ditaburkan, akan semakin banyak oila salju yang mencair.

Contoh soal  :
1. Suatu zat nonelektrolit sebanyak 5,23 gram dilarutkan dalam 168 gram air. Larutan ini membeku pada -0,510 derajat celcius. Hitung massa molekul relative zat tersebut?
Jawab:
∆Tf = Kf (W/Mr) (1000/ρ)
Mr = 1,86 × 5,23 × 1000 / 0,51 × 168
= 113,5

2. Hitung titik didih air dalam radiator mobil yang berisi cairan dengan perbandingan 88 gram etilen glikol (Mr = 62)  dan 160 gram air.
Jawab:
∆Tf = 1,86 (88/62) (1000/160)
= 16
Jadi, titik bekunya adalah -16 ◦C

3. Sebanyak 3 gram urea dilarutkan kedalam 100 gram air pada tekanan 1 atm. Jika tetapan penurunan titik beku air (Kf air) = 1,86 ℃ /molal dan Mr urea =60, hitunglah titik beku larutan..
Jawaban:

No comments:

Post a Comment