Sifat-Sifat Koloid Materi Kelas XI - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Monday, May 18, 2020

Sifat-Sifat Koloid Materi Kelas XI

Sifat-Sifat Koloid- Pernah kah adik adik membuka pintu dipagi hari ? lalu tiba tiba cahaya matahari masuk kerumah adik ? adik melihat beberapa butiran seperti debu yang melayang nampak diantara bebarengan dengan cahaya matahari tersebut, itulah bentuk koloid. nah disini mas ayub akan membahas materi mengenai Sifat Sifat Koloid  

SIFAT – SIFAT KOLOID

1. Efek Tyndall

Merupakan peristiwa penghamburan carahaya oleh partikel koloid. Peristiwa efek Tyndall dapat diamati dengan cara menjatuhkan seberkas cahaya pada objek. Jika objek itu merukan larutan sajati , seberkas cahaya yang dijatuhkan padanya akan diteruskan (tampak transparan). Jika objek itu koloid, cahaya akan dihamburkan. Cahaya yang mellui koloid dapat diliha dari samping walaupun partikel koloidnya tidak kelihatan. Jika partikel terdispersinya juga kelihatan maka objek tersebut bukan koloid, melainkan suspensi. Untuk mamahami adanya efek tyndall.
Efek tyndall
Gambar :Efek Tyndall (a) larutan sejati meneruskan cahaya, berkas cahaya tidak kelihatan; (b) sistem koloid menghamburkan cahaya, berkas cahaya kelihatan.

2. Gerak Brown

Telah disebutkan bahwa partikel koloid dapat menghamburkan cahaya. jika diamati dengan mikroskop ultra, akan terlihat partikel koloid senantiasa bergerak terus-menerus dengan gerak patah-patah (gerak zig-zag). Gerak zig-zag partikel koloid ini disebut gerak Brown, sesuai dengan nama penemunya. Robert Brown, seorang ahli biologi berkebangsaan Inggris.
Gerak Brown menunjukkan kebenaran teori kinetik molekul yang menyatakan bahwa molekul-molekul dalam zat cair senantiasa bergerak. Gerak Brown terjadi sebagai akibat tumbukan yang tidak seimbang dari molekul-molekul medium terhadap partikel koloid. Dalam suspensi tidak terjadi gerak Brown karena ukuran partikel cukup besar, sehingga tumbukan yang dialaminya seimbang. Partikel zat terlarut juga mengalami gerak Brown tetapi tidak dapat diamati.
sifat sifat koloid
Gerak Brown
Gerak Brown merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid.oleh karena bergerak terus-menerus, maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi, sehingga tidak mengalami  Brown merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid.oleh karena bergerak terus-menerus, maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi, sehingga tidak mengalami sedimentasi..

3.    Adsorpsi

Koloid mempunyai panikel yang sangat kecil (luas permukaan besar) menyebabkan koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Adsorpsi adalah melekatnya zat pada permukaan padatan atau cairan. Partikel koloid mudah mengadsorpsi zat warna. Pada pencelupan tekstil, tekstil dilapisi dengan hidroksida dari alumunium atau kromium agar dapat mengikat zat warna. Partikel koloid dapat mengadsorpsi ion atau muatan listrik. sehingga koloid tersebut menjadi bermuatan. Untuk berlangsungnya adsorpi minimum hams ada dua macam zat, yaitu zat yang diadsorpsi disebut dengan adsorbad dan zat yang mengadsorpi disebut dengan adsorban.

Baca Juga :  Koloid : Pengertian, Jenis Koloid Beserta Contohnya

Partikel koloid dari Fe(OH)3 bermuatan positif dalam air, karena mengadsorpsi ion positif, sedangkan partikel koloid As2S3 dalam air bermuatan negatif karena mengadsorpsi ion negatif. Proses penyerapan di permukaan partikel koloid disebut adsorpsi koloid.
Adsorpsi ion oleh partikel koloid   
Sifat adsorpsi partikel koloid ini sangat panting karena berdasarkan sifat tersebut banyak manfaat yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh:
a.    Penyembuhan sakit perut yang disebabkan oleh bakteri Apabila kita sakit perut yang disebabkan olch bakteri maka kita dianjurkan minum oralit atau norit. Oralit atau norit dapat menyembuhkan sakit perut kamna dalam usus dapat membentuk sistem koloid yang mampu mengadsorpsi bakteri, sehingga bakteri itu mati.

b.    Pemutihan gula tebu Gula tebu yang dijual di toko atau di pasar ada yang berwama cokelat kotor dan ada yang berwarna putih bersih Gula tebu yang berwana putih bersih berasal dari gula berwarna cokelat kotor yang sudah diputihkan melalui sistem koloid. Caranya adalah larutan gula yang berwarna cokelat dilewatkan dalam sistem koloid, yaitu mineral yang berpori. Setelah itu dilewatkan melalui arang tulang yang dapat menyerap warna gula, sehingga lamtan gula menjadi jernih tidak berwarna.

4. Koagulasi

Dispersi koloid dapat mengalami peristiwa Penggumpalan atau koagulasi. Peristiwa koagulasi pada koloid dapat terjadi akibat peristiwa-peristiwa mekanis atau peristiwa kimia. Peristiwa mekanis misalnya pemanasan atau pendinginan. Darah merupakan Sol butir-butir darah mcrah yang terdisporsi dalam Plasma darah. Jika darag dipanaskan, darah akan menggumpal. Sebaliknya, agar-agar akan menggumpal jika didinginkan.

Peristiwa kimia yang dapat menyebabkan terjadinya koagulasi misalnya:

a. Pencampuran koloid yang berbeda muatan
Jika sistem koloid yang berbeda muatan dicampurkan, akan menyebabkan terjadinya koagulasi dan akhimya mengendap. Sebagai contoh, sol Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan mengalami koagulasi jika dicampur dengan sol As2S3. Dengan adanya peristiwa tersebut, jika Anda mempunyai tinta dari merek yang berbeda di mana yang satu merupakan koloid negatif dan yang lain merupakan koloid posrif, jangan sampai dicampurkan karena dapat mengalami koagulasi.

b.  Adanya elektrolit
Jika koloid yang bermuatan positif dicampurkan dengan suatu larutan elektrolit, maka ion-ion negatif dari larutan elektrolit tersebut akan segera ditarik oleh partikel-partikel koloid positif tersebut. Akibatnya, ukuran koloid menjadi sangat besar dan akan mengalami koagulasi. Sebaliknya, koloid negatif akan menyerap ion-ion positif dari suatu larutan elektrolit.

Jadi, ion negatif akan mengoagulasi koloid positif dan scbaliknya ion positif akan mengoagulasi koloid negatif. Proses koagulasi semakin mudah jika konsentrasi ion dalam larutan tersebut makin besar. dan jika ukuran muatan ion yang berperan dalam proses koagulasi makin besar.
Contoh proses koagulasi dengan penambahan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah penambahan tawas dalam proses pcnjernihan air. Tawas merupakan garam aluminium sulfat (Al2(SO4)3) yang di dalam air akan tcrionisasi menghasilkan ion Al3+. Ion aluminium ini mempunyai kcmampuan untuk menarik molekul-molekul polar termasuk air dan lumpur (koloid) sehingga terjadi koagulasi.

Baca Juga : Soal Koloid beserta Pembahasnnya 

Proses koagulasi menghasilkan partikel yang sangat besar dan akan mudah mengendap akibat gaya gravitasi. Contoh lainnya adalah terbentuknya delta di muara sungai akibat lumpur (koloid) yang ada dalam air sungai berinteraksi dengan air laut yang mengandung ion-ion garam sehingga lumpur mengalami koagulasi dan mengendap.

Partikel karet dalam lateks dapat dikoagulasikan dengan asam asetat. Terbentuknya delta di muara sungai dan pulau di tengah sungai merupakan peristiwa koagulasi. Partikel tanah liat dalam air sungai bercampur dengan air laut atau air sungai yang lain akan terjadi koagulasi karena air laut atau air sungai yang lain merupakan suatu elektrolit. Peristiwa koagulasi ini terjadi bertahun-tahun dan akhirnya membentuk pulau kecil atau delta. Untuk mencegah tercemarnya udara oleh debu asap dan partikel beracun yang dihasilkan asap dari cerobong pabrik, biasanya digunakan Pesawat cottrell.

Pesawat cottrell terdiri atas lempeng logam yang dialiri muatan listrik tegangan tinggi. Asap atau debu sebelum dikeluarkan dari pabrik harus melewati pesawat ini. Oleh karena pengaruh medan listrik partikel asap dan debu akan mengendap.
Demikian artikel mengenai sifat sifat koloid semoga bermanfaat . jika sobat ada yang ingin ditanyakan dapat berkomentar dibawah ini. 

No comments:

Post a Comment