Tekanan Osmosis : Pengertian, Rumus Dan Contoh Soal Tekanan Osmosis - Mas Ayub

Latest

Long Life education

Tuesday, May 19, 2020

Tekanan Osmosis : Pengertian, Rumus Dan Contoh Soal Tekanan Osmosis

Tekanan Osmosis- Tahukah kamu bahwa siput memiliki selaput semipermiabel ? dan mengapa siput dapat mati jika terkena garam ? Konsentrasi garam jauh lebih tinggi dibandingkan konsentrasi cairan tubuh siput. karena kulit siput termasuk membran semipermeabel, maka air dari dalam tubuh siput akan keluar dan hal ini akan menyebabkan siput mengalami dehidrasi dan akan mati.
lalu apa hubungan selaput semi permiabel dengan tekanan osmosis ? yuk mari kita bahas selengkapnya dibawah ini   

Tekanan Osmosis 


Pengertian Tekanan Osmosis


Pada 1784 seorang ahli fisika Prancis menemukan fenomena bahwa ketika kantung diisi alkohol kemudian dimasukkan kedalam air, kantung tersebut akan menggelembung. Berdasarkan pengamatannya ternyata air akan menerobos masuk melalui dinding semipermeabel dari kantung. Peristiwa bergeraknya partikel dari suatu larutan yang lebih encer atau pelarut murni kedalam larutan yang lebih pekat melalui dinding semi permeable disebut osmosis.

Tekanan osmosis adalah tekanan hidrostatis yang terbentuk pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui selaput semi-permeabel. Tekanan osmosis adalah tekanan luar yang diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui selaput semi permeabel.

Selaput semipermeabel adalah suatu selaput yang dapat dilalui oleh molekul-molekul pelarut, sedangkan molekul-molekul zat terlarut tidak dapat melaluinya.
Tekanan hidrostatis yang dihasilkan dari proses osmosis yang menahan merembesnya molekul-molekul pelarut disebut tekanan osmotic. Jika tekanan osmotic dua larutan dibandingkan maka ada tiga kemungkinan, yaitu sebagai berikut.

a.    Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotic sama disebut isotonic.
b.    Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotic lebih rendah dari pada larutan lain disebut hipotonik.
c.    Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotic lebih tinggi dari pada larutan lain disebut hipertonik.

Dalam bidang kesehatan, tekanan osmotic cairan infuse harus sesuai dengan tekanan osmotic darah (isotonic/iso osmotic). Jika tekanan dalam sel darah merah lebih besar darupada tekanan cairan infuse (hipertonik) maka air dalam sel darah merah akan kelaur, sehingga sel akan mengkerut. Jika tekanan dalam sel darah merah lebih kecil daripada tekanan cairan dinding sel akan mengembang dan pecah. Jadi, tekanan osmotic darah agar injeksi cairan infuse dapat diterima dengan baik olelh tubuh.

Nilai tekanan osmosis dari suatu larutan dapat dihitung menggunakan persamaan van’t Hoff, yang identik dengan hokum gas ideal.
 

2. Osmosis dalam kehidupan sehari-hari

Contoh osmosis dalam kehidupan sehari-hari ialah pada sel darah merah. Dinding sel darah merah mempunyai ketebalan kira-kira 10 nm dan pori dengan diameter 0,8 nm. Molekul air berukuran kurang dari setengah diameter tersebut, sehingga dapat lewat dengan mudah. Ion K+ yang terdapat dalam sel juga berukuran lebih kecil daripada pori dinding sel itu, tetapi karena dinding sel tersebut bermuatan positif, maka ion K+ akan ditolak. Jadi, selain ukuran partikel, muatan dapat juga merupakan faktor penentu untuk dapat melalui pori sebuah selaput semipermeable.

Cairan dalam sel darah merah mempunyai tekanan osmotik yang sama dengan larutan NaCl 0,92%. Dengan kata lain, cairan sel darah merah isotonic dengan larutan NaCl 0,92%. Jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan NaCl 0,92%, air yang masuk dan keluar dinding sel akan setimbang (kesetimbangan dinamis). Akan tetapi, jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan NaCl yang lebih pekat dari 0,92%, air akan keluar dari dalam sel dan sel akan mengerut. Larutan yang demikian dikatakan hipertonik. Sebaliknya, jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan NaCl yang lebih encer dari 0,92%, air akan masuk ke dalam sel dan sel akan menggembung dan pecah (plasmolysis), larutan itu dikatakan hipotonik.

Contoh soal :

1.  Sebanyak 18 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 250 mL. Hitunglah tekanan osmosis larutan tersebut pada suhu 27 °C.
Pembahasan
Diketahui :
- G = 18 gram
- Mr = 180
- V = 250 mL
- T = 27 °C –> 300 K
Ditanya :
- Tekanan Osmosis (π) = ?
Jawab :
2. Sebanyak 6,4 gram naftalena (Mr = 128) dilarutkan kedalam benzena hingga volume larutan 100 mL. Hitunglah tekanan osmosis yang terjadi pada suhu 27 °C.
Pembahasan
Diketahui :
- G = 6,4 gram
- Mr = 128
- V = 100 mL
- T = 27 °C → 300 K
Ditanya :
- Tekanan Osmosis (π) = ?
Jawab :
 
3. Tekanan osmosi yang mengandung 45 gram sukrosa per liter pada suhu 0 °C adalah 2,96 atm. Hitunglah massa molekul relatif sukrosa.
Pembahasan
Diketahui :
- G = 45 gram
- T = 0 °C → 273 K
- π = 2,96 atm
- V = 1 liter
Ditanya :
- massa molekul relatif (Mr) = ?
Jawab :


No comments:

Post a Comment